Berita

Polda Jawa Tengah Siap Amankan Tahapan Pemungutan Suara di Lokasi Terdampak Banjir

SEMARANG – Polda Jawa Tengah siap mengamankan gelaran tahapan pemungutan suara pemilu di lokasi terdampak banjir.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan sudah mempunyai skenario agar pelaksanaan pemungutan suara Pemilu tetap berlangsung.

“Untuk wilayah Demak saya sudah koordinasi dengan KPU, termasuk hari ini dilakukan pengecekan terhadap 15.000 pengungsi,” katanya seusai Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 12 Februari 2024.

Kapolda Jawa Tengah melanjutkan, untuk pengungsi sebagian dari wilayah Demak ada yang akan di geser ke Kudus.

“Sehingga hari ini rekomendasinya dari 15.000 pengungsi yang tersebar di 117 TPS nanti akan kita rekomendasikan untuk mengadakan susulan itupun masih menunggu petunjuk dari KPU Pusat yang mengeluarkan rekomendasi,” jelas Kapolda Jawa Tengah.

PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana juga telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi agar pelaksanaan Pemilu dapat berjalan.

“Antisipasi selanjutnya terkait dengan kemungkinan terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, saat ini kita memasuki masa di mana cuaca sedang tidak bersahabat, di perkirakan hujan intensitas tinggi akan terjadi sampai dengan tanggal 15 Februari 2024 bahkan di beberapa daerah seperti Grobogan dan Demak sudah dilanda bencana banjir, tentunya kita menyiapkan skenario jika kemungkinan itu terjadi sehingga perlu dari awal melaksanakan antisipasi khususnya dalam rangka menjaga dan mengamankan distribusi logistik,” ungkapnya.

Personel gabungan yang meliputi 15.647 personel Polri, 3.732 personel TNI, dan 237.882 orang anggota Satlinmas siap diterjunkan mengamankan 117.299 TPS di Jawa Tengah.

Baca Juga:
Kalah 0-1 dari Argentina U23 di Kualifikasi, Brazil U23 Gagal Lolos ke Olimpiade 2024 Paris

Dari 117.299 TPS yang sudah dikategorikan sesuai kerawanan diantaranya 9 TPS yang sangat rawan, 549 TPS rawan dan 116.741 TPS kurang rawan.

Berdasarkan data Bawaslu, terdapat tujuh wilayah rawan tinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Yaitu Kota Semarang, Sukoharjo, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kendal.

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Jawa Tengah, Jateng, AKBP Sigit, AKBP Suryadi, AKBP Erick Budi Santoso, Iptu Mohammad Bimo Seno, Kompol Joko Lelono, AKBP Hary Ardianto, AKBP Bronto Budiyono

Related Posts