BeritaNasional

Sosialisasi Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan, Karumkit Bhayangkara: Polisi Harus Teladani Komjen M Jasin

PALANGKA RAYA – Sebelumnya Polri telah mengapresiasi pemerintah yang menobatkan Komisaris Jenderal Pol Dr H Moehammad Jasin sebagai pahlawan nasional. Penganugerahan itu diberikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada ahli waris Jasin di Istana Presiden.
Moehammad Jasin adalah polisi pertama yang mendapat gelar Pahlawan Nasional dam dikenal sebagai sosok yang membentuk satuan Brigadir Mobil (Brimob) sebagai satuan elite dan tertua di Kepolisian RI.

Tepat pada tanggal 1 Februari 2024 hari ini, Polri melaksanakan sosialisasi serentak kepada seluruh personel di kesatuan atau jajarannya untuk mentauladani tentang penanaman nilai-nilai kepahlawanan Komjen Pol DR H Moehammad Jasin.

Menyikapi hal tersebut, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya mengadakan sosialisasi pemahaman dan penerapan nilai-nilai kejuangan serta kepahlawanan Komjen Pol DR H Moehammad Jasin bertempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara setempat, Kamis (1/2/24) pagi.

Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Kompol dr. Anton Sudarto dan diikuti seluruh personel Rumah Sakit.

Dalam pemaparannya, dr. Anton mengatakan sejauh ini ada dua polisi yang diberi gelar pahlawan oleh pemerintah yaitu Komjen M Jasin dan Ks Tubun.

Anton menjelaskan, M Jasin turut berjuang melawan penjajah saat pertempuran 10 November 1945 silam. Saat itu, Jasin memimpin pasukan istimewa yang merupakan cikal bakal dari pasukan Brigade Mobile atau Brimob.

“Anggota Polri harus lebih bisa meneladani dan jadi teladan juga. Karena semangat dari beliau itu bisa meningkatkan kinerja kepolisian saat ini. Bisa menjadikan semangat, dan beliau ini yang pertama mendirikan Brigade Mobile. Di samping pahlawan nasional, beliau kan juga Bapak Brimob Indonesia,” papar Anton.

Dalam buku Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang, terekam bagaimana perjuangan Jasin saat era kemerdekaan. Dia dituliskan sudah mendapat berbagai penghargaan seperti Tanda jasa Bintang Mahaputera Utama, Bintang Dharma, Bintang Gerilya, Bintang Bhayangkara, Bintang 45, Bintang Legiun Veteran.

Dari deretan tanda jasa di atas, tanda penghargaan terbesar yang pernah diterima Jasin adalah surat penghargaan dari panglima besar Angkatan Perang RI Jenderal Besar Soedirman. Penghargaan diberikan dalam kapasitas sebagai komandan pertempuran dalam peristiwa aksi militer I melawan Belanda pada tahun 1947.

Perlu diketahui juga Jasin melepas status Polisi Istimewa dengan Jepang saat proklamasi dikumandangkan. Kemudian dia mengubah status dari kolonial menjadi polisi negara merdeka.

Jasin mengumumkan melalui radio bahwa Polisi Istimewa yang dipimpinnya sudah dimiliterisasi dan diwajibkan ikut pertempuran saat pertempuran Surabaya meletus.

Moehammad Jasin lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara, pada 9 Juni 1920 dan wafat di usai 92 tahun pada 2012.

Jasin yang memperistri almarhum Siti Aliyah Kessing ini memiliki empat anak, yakni Rubyanti Jasin, Djuahar Jasin, Djuanda Jasin dan Djuwaitar Jasin. (Har/sam)

 

Polda Kalteng, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto, Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, Kalimantan Tengah, Kalteng

Related Posts