LAMANDAU – Seorang pedagang warung makan, di Jalan Trans Kalimantan, mengaku mendapatkan uang palsu pecahan Rp50.000 beberapa hari yang lalu. Sepanjang tahun 2024 ini Gatot telah dua kali menerima pecahan uang palsu.

Uang palsu tersebut ia dapatkan dari pembeli saat kondisi sedang ramai. Banyaknya pelanggan membuat dirinya kurang waspada untuk mengecek uang yang ia terima. Usai melayani pembeli, Gatot kembali mengecek uang-uang tersebut, ternyata terselip selembar pecahan 50.000 palsu, setelah dilihat beda dengan yang lain.

“Awalnya saya mau ke pasar belanja setelah saya liat ada uang pecahan Rp50 ribu berbeda dengan yang lain. Terlihat luntur setelah saya bedakan dengan yang asli saya rendam ke air tetapi yang asli tidak luntur beda dengan yang palsu,” tuturnya kepada awak media, Senin (6/5/ 2024)

Saat dikonfirmasi Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono mengatakan, untuk menjaga peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Lamandau. Kepada pedagang agar berhati hati dalam melakukan transaksi. Periksa dengan seksama dan teliti uang yang digunakan untuk membayar ataupun menerima.

“Untuk mengetahui keaslian uang yaitu dengan cara yang paling mudah yaitu menerapkan trik 3D yaitu, dilihat, diraba dan diterawang serta dengan mengenali unsur pengaman meliputi tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, gambar tersembunyi dan alat pendeteksi uang,” tuturnya.

Selain melakukan himbauan, Kapolres selalu juga menyampaikan pesan kamtibmas agar bersama-sama menjaga kamtibmas, waspada terhadap pelaku kejahatan yang menyasar warung, dan hati hati dalam menaruh uang.

“Kasus uang palsu selalu memakan korban, untuk itu saya sudah perintahkan agar bhabin memberikan himbauan kepada warganya untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli, apabila ada orang yang dicurigai membawa uang palsu agar segera dilaporkan kepada polisi terdekat,” ungkap Kapolres.

 

Polres Lamandau, Kapolres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono, Polda Kalteng, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto, Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, Kabupaten Lamandau, Pemkab Lamandau